Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Saturday, May 14, 2016

JAGA Kekhusyu'an Shalatmu dan HINDARKAN Tanda Hitam di Jidatmu! Ini Alasannya...


BlogViralz - Tingkatkanlah sujudmu (shalat) tetapi jagalah mukamu agar selalu kelihatan GANTENG. Usahakan mencegah timbulnya tanda hitam di bagian dahimu dikarenakan dikhawatirkan timbulnya Riya'....

Abdullah Bin Umar Bin Khattab RA. salah satu dari sahabat Rasul, benci akan adanya tandahitam di dahi seorang muslim.
عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟
Dari Salim Abu Nadhr, dikisahkan bahwasanya ada satu orang yang menjumpai Ibnu Umar. Sesudah orang tersebut mengatakan salam, Ibnu Umar menanyakan kepada dirinya, “Siapa kamu?”. “Diriku merupakan anak asuhmu”, jawaban dari orang itu. Ibnu Umar memperhatikan ada tanda sujud yang berwarna hitam diantara ke-2 mata orang itu. Dirinya bertanya padanya, “Tanda apakah yang terdapat diantara ke-2 matamu? Sesungguhnya saya sudah lama menjadi sahabat Rasulullah, Abu Bakar, Umar serta Utsman. Apa kau perhatikan ada tanda tersebut di dahi ku?” (Riwayat Baihaqi di Sunan Kubro nomor 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ
Dari Ibnu Umar, dirinya memperhatikan seseorang yang didahinya terdapat tanda sujud. Ibnu Umar mengatakan, “Hai hamba Allah, Sungguh perawakan se-seorang itu ter-letak di muka-nya. Janganlah sampai dirimu memperjelek penampilan-mu!” (Riwayat Baihaqi di Sunan Kubro nomor 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.
Dari Abi Aun, Abu Darda’ menyaksikan seseorang wanita yang di muka-nya ada "kapalan" seperti "kapalan" yang ada di satu ekor kambing. Dirinya lantas mengatakan, "Seumpamanya bekas tersebut tak ada di diri-mu, pastinya lebih baik” (Riwayat Bahaqi pada Sunan Kubro nomor 3700).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا
Dari Humaid Bin Abdirrahman, saya berada di dekatnya AS Saib Bin Yazid disaat se-seorang yang namanya Az Zubair Bin Suhail Bin Abdirrahman Bin Auf tiba. Menyaksikan ke-datangannya, As Saib mengatakan, “Sungguh dirinya sudah merusak wajah-nya. Demi Allah bekas didahi tersebut bukan-lah bekas sujudd. Demi Allah saya sudah shalat memakai wajah-ku ini untuk sekian saat lamanya, tetapi sujudd tidaklah berikan bekas sedikit-pun terhadap wajahku” (Riwayat Baihaqi pada Sunan Kubro nomor 3701).


عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.
Dari Manshur, Saya menanyakan terhadap Mujahid menyangkut tujuan dari firman Allah, "Tanda-tanda mereka terlihat terhadap muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujudd)" apa yang di-maksudkan yakni bekas diwajah? Beliau menjawab, “Bukan, bahkan ada orang yang "kepalan" yang terdapat di antara ke-2 matanya, bagaikan "kepalan" yang ada di lutut seekor unta, tapi ia merupakan orang jahar. Tanda yang dimaksud-kan merupakan ke-khusyu’-an” (Riwayat Baihaqi pada Sunan Kubro nomor 3702)

Demikian pula dalam kitab Hasiyah As-Showi,
وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود
“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat sebagai-mana tindakan beberapa orang bodoh serta TUKANG RIYA’ adalah bekas hitam yg terdapat pada dahi dikarenakan perihal tersebut merupakan cirri khas khawarij (baca : ahli bid’ah)” Dalam satu buah hadits dikatakan : "Sesungguhnya aku benci se-seorang yang aku perhatikan diantara ke-2 matanya terdapat bekass sujud. (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Mudah-mudahan kita senantiasa mampu membentengi diri kita dari tanda Riya', Aamiin...

Sunday, April 10, 2016

"APHOPIS", Asteroid yang Membuat Resah Ilmuwan NASA? Akankah Menjadi Penyebab Akhir Dunia?

BlogViralz - Pada tahun 2011 lalu, dunia digemparkan oleh kabar prediksi kiamat oleh suku maya yang bakalan terjadi di tahun 2012. Namun hal tersebut ternyata tidaklah benar adanya.

Sekarang, ini muncul pula prediksi proses hancurnya dunia, dengan versi yang baru. Satu buah asteroid dengan ukuran 900 feet, yang dikasih nama Apophis, sudah di temukan oleh ilmuwan-ilmuwan hari Kamis lalu (10/1).


"APHOPIS", Asteroid yang Membuat Resah Ilmuwan NASA


Ilmuwan-ilmuwan memprediksikan asteroid Apophis ini bakalan menuju Bumi diantara tahun 2029 hingga tahun 2036. Mereka belum menyatakan resiko tubrukan hebat seandainya asteroid tersebut menghujam Bumi. Tetapi, apabila Apophis benar-benar menghujam Bumi, menurut hitung-hitungan NASA, tubrukannya sanggup membuahkan ledakan seimbang dengan 500 megaton TNT, bahkan lebih, subhanallah...

Dapat dijadikan pembanding, bom hidrogen hasil tangan manusia terkuat daya ledaknya serta pernah di ledakkan, Soviet Tsar Bomba, cuma mempunyai daya ledak kurang lebih 57 megaton TNT.

Para ilmuan bakal terus melakukan pengamatan, buat memperkirakan seberapa berbahayanya asteroid ini, dan bakal tetap melakukan pengamatan terhadap lintasan batu ruang angkasa ini, guna mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Selain itu, ada pula asteroid "mungil" yang diberi nama "Setan Egyptain" bakal jauh lebih dekat kira-kira 9  juta mil mulai sejak dari Kamis (10/1), berdasarkan data laporan Daily Mail. Wallahu a'lam....




Tuesday, March 29, 2016

KISAH HIKMAH : "Masuk Surga Gara-gara Mengintip Wanita Yang Sedang Mandi"


BlogViralz - Dikisahkan pada era Rasulullah, ada salah satu pembantu Nabi Muhammad SAW yang tergoda rayu syaitan untuk melihat dengan sembunyi-sembunyi, satu orang perempuan yang lagi mandi, Tsa'labah nama pembantu Rasul tersebut.

Tetapi, sesudah itu dirinya merasakan perasaan bersalah serta melarikan diri dari Rasulullah. Akan tetapi, dia malah dikabarkan malaikat Jibril bahwa dia masuk surga. Mengapa bisa demikian?

Inilah Kisah Hikmah : "Masuk Surga Gara-gara Mengintip Wanita Yang Sedang Mandi"


***

Tsa'labah bin Abdurrahman ialah salah satu teman dekat yang juga pembantu Nabi Muhammad SAW. suatu ketika, Nabi Muhammad SAW mengirimnya pergi untuk satu buah tugas. Pada saat perjalanan, dirinya menengok ke salah satu pintu hunian kawan dekat Anshor serta dilihatnya satu orang perempuan yang lagi mandi. Iapun kemudian melihatnya dengan sembunyi-sembunyi.

Syahdan, tak berlalu lama, Tsa’labah didera penyesalan serta perasaan takut bukan main. Dalam hatinya Tsa'labah terfikir, Gimana jika kelak ada wahyu yang turun menjelaskan tentang kelakuan dirinya tersebut? Sungguh malunya aku!!

Dirinyapun memutuskan buat mangkat serta tidak bakal balik ke Madinah, dirinya lari ke lembah gunung yang terletak di antara Makkah serta Madinah, meninggalkan Nabi Muhammad SAW.

Selepas 40 hari Nabi Muhammad SAW kehilangan Tsa’labah. Setelah itu datanglah Malaikat Jibril pada Nabi Muhammad SAW dan berkata :
“Hai Nabi, Allah SWT sudah mengirimkan kepadamu salam, serta Allah SWT berfirman : “Sungguh salah seorang umatmu sudah melarikan diri, serta kini berada di antara gunung ini serta itu. Dirinya senantiasa memohon perlindungan pada-Ku dari neraka”.

Rasulullah lalu mengutus Umar bin Al-Khatthab serta Salman Al Farisi (radliyallahu anhuma) menelusuri bukit serta gunung-gunung Madinah. Lalu mereka bertemu pengembala, Dzufafah namanya, lalu menanyakan :

“Apa terlihat oleh Anda sesosok pemuda antara gunung ini serta itu ?”

Zufafah menjawab : “Oww, pemuda yang melarikan diri neraka Jahanam itu?”

Umar-pun gantian tanya : “Gimana kau tahu bahwasanya ia lari dari Neraka Jahanam?”

Jawab Zufafah : Jikalau dirinya ke luar dari gunung itu, dia senantiasa memegang kepalanya sambil mengucapkan : “Hai Tuhanku, Ambillah nyawaku serta hancurkan jasadku, dan janganlah Kau telanjangi aku di hari pembalasan nanti!”

“Oh, benar! Itu sosok yang saya maksud” tukas Sayyidina Umar ra.

Ke-3 teman dekat itu kemudian mengendus-endus ke satu buah gunung yang dimaksud. Di tengah malam, ke-3-nya menyaksikan Tsa’labah ke luar dari gunung seraya mengucapkan sama seperti yang dikisahkan oleh Zufafah.

Umar ra. setelah itu lari menguber Tsa'labah serta mendekapnya. Dirinya mengatakan : “ Aman, aman......... & Selamat dari Neraka. Saya Umar”.

Tsa’labah selanjutnya menanyakan : “Hai Umar, Apa Nabi Muhammad SAW sudah mengetahui dosaku?”.

“Aku tak mengerti. Tetapi Rasul kemarin menyerukan namamu, seterusnya dirinya nangis serta mengutus saya serta Salman guna mencari dirimu” Jawab Umar.

“Hai Umar!, janganlah perjumpakan saya dengan Nabi Muhammad SAW, terkecuali ia sedang shalat, atau Bilal sedang Iqomah” tegas Tsa’labah.

Mereka kemudian menuju Madinah, hingga tiba disana Nabi Muhammad SAW sedang shalat. Ketiganya lalu ikut dalam barisan shaf berjama’ah. Tapi kala Rasulullah SAW membaca ayat Al-Qur’an dalam shalat tersebut, Tsa’labah pingsan lantaran begitu takut dirinya kepada Allah serta Neraka-Nya.

Selesai shalat, Rasul menanyakan kepada Umar serta Salman : “Hai Umar serta Salman, gimana kondisi Tsa’labah ?”.

Ke-2-nya memberikan jawaban : “Itu, Tsa’labah hai Rasulullah.”

Rasulullah menjumpai Tsa’labah kemudian memanggilnya : “Hai Tsa’labah….!”

Tsa'labah lalu melihat rasul lalu menjawab: “Labbaika Ya Rasulallah..”

“Mengapa kau tinggalkan saya Tsa’labah ?” Rasulullah SAW bertanya lagi.

“Akibat dosaku hai Rasul………” jawaban Tsa’labah.

“Bukankah saya sudah mengajarkan kepadamu ayat yang dapat menghapus dosa ?” tanya Rasulullah SAW lagi

Tsa’labah menjawab, “Benar, hai Rasulullah”

“Ucapkanlah do'a, RABBANA ATINA FIDDUNYA KHASANAH WAFILAKHIRATI HASANAH WAQINA AZABANNAR”, Rasulullah berkata.

“Namun dosa diriku sangat besar hai Rasul Allah”. sanggah Tsa’labah.

“Ayat Allah terlebih besar, Tsa’labah !” ditegaskan oleh Rasul.

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW memintanya pulang. Tetapi hingga di huniannya, Tsa’labah langsung sakit. 8 hari berlalu, Salman bercerita kepada Nabi Muhammad SAW berkenaan sakitnya Tsa’labah.

Rasul langsung menggandeng Salman untuk menjenguk Tsa'labah. Sesampai di pembaringan Tsa’labah, Rasul memangku kepala Tsa’labah. Tetapi diwaktu Tsa'labah tahu, dirinya menurunkan kepalanya dari pangkuan Rasulullah. Rasul pun menanyakan : “Mengapa kau menurunkan kepalamu dari pangkuan ku?”

“Akibat kepalaku yang penuh dosa hai Rasul Allah” jawaban Tsa’labah.

“Apa yang kau rasa hai Tsa’labah?” tanya Rasul

“Semua kulit serta tulangku seolah-olah dikerumuni semut hai Rasul.” jawab Tsa’labah.

“Apakah yang kau mau hai Tsa’labah?” tanya Rasul kembali

Tsa’labah secara cepat menjawab : “Ampunan Tuhanku”.

Selanjutnya turunlah Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan wahyu : “Hai Muhammad, Allah sudah membacakan untukmu salam. Allah berfirman : “Seandainya hambaKu ini datang pada-Ku beserta dosa sebesar bumi, niscaya bakal Aku datangkan pengampunan-Ku sebesar itu jua.”

“Apakah boleh ku beri tahukan informasi ini kepada Tsa’labah hai Jibril ?” Nabi bertanya kepada Jibril.

“Silahkan!” Jawaban jibril.

Disaat informasi tersebut diberitakan oleh Nabi, seketika itu pula Tsa’labah langsung berteriak senang, hingga wafat.

Nabi Muhammad SAW seterusnya memerintahkan sahabat-sahabatnya guna memandikan serta mengkafani jasad Tsa’labah, selanjutnya Rasul serta sahabat-sahabat Beliau menyolatinya. Tapi beliau senantiasa jalan dengan jari-jemari kakinya (jinjit, istilah jawa). Para sahabatnya lalu menanyakan perihal jalannya Beliau, lalu beliau memberikan jawaban : “Aku tak mampu jalan menapak lantaran banyak sayap-sayap malaikat yang menyolatinya serta mengiringi jenazah Tsa’labah”

Masya Allah..! Sungguh ending yang teramat mulia. Tsa'labah teramat menyesalkan dosa dirinya lalu di terima taubat dirinya. Malaikat-malaikat Allah men-shalati-nya serta mengantarkan dirinya ke syurga-Nya..


***

Mudah-mudahan dapat diambil hikmahnya...


Monday, March 28, 2016

Berinfaq-lah di Pagi Hari Maka Malaikat Allah Akan Berdoa untukmu


BlogViralz - Shubuh merupakan saat di mana sebahagian banyak manusia masihlah tertidur pulas dalam alam mimpinya. Tetapi sadarkah kita bahwa tiap-tiap shubuh malaikat-malaikat Allah senantiasa berdoa?.

Islam teramat menganjurkan ummatnya untuk melakukan amal baik, seperti mendirikan shalat serta berinfaq. Tips yang bahkan bahkan di awal surah Al-Baqarah sudah disebutkan oleh Allah SWT bahwa 2 amalan baik tersebut mencerminkan sebuah karakter mutlak orang bertaqwa.
الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tak ada keraguan padanya; pedoman untuk mereka yang bertaqwa,(yakni) mereka yang beriman pada yang gaib, yang menegakkan shalat serta meng-infaq-kan sebagian rezeki yang Kami anugerah-kan pada mereka.”(QS Al-Baqarah ayat 1-3)

Pada ayat diatas Allah SWT menyatakan sifat seorang muttaqin yang biasa berinfaq serta karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an nyaris senantiasa karakter mendirikan shalat serta menyalurkan infaq disebutkan pada sebuah rangkaian terikat satu.

Perihal ini gampang dipahami lantaran agama Islam senantiasa mengutamakan keseimbangan pada segala sesuatu. Islam bukan cuma sekedar falsafah yang wujudkan interaksi antara hamba bersama Tuhannya (hablum MinAllah), namun pun pertalian antara hamba dengan sesama hamba (hablum minan-naas).

Yang lebih unik, pada agama Islam jika sebuah perintah Allah SWT dijalankan, bukan saja hal tersebut menapakkan kepatuhan satu orang hamba terhadap Rabb-nya, melainkan dipastikan akan menghasilkan manfaat buat si hamba. Inilah yang dinamakan fadhilah atau keutamaan satu buah ’amal-perbuatan. Contohnya shalat di sepertiga malam alias tahajjud, Allah SWT berjanji bagi pelakunya akan mendapatkan kemampuan daya pengaruh disaat berkata.
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
“Wahai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (buat sembahyang) di tengah malam, kecuali sedikit (darinya),(adalah) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Serta bacalah Al-Qur’an itu perlahan-lahan. Sebenarnya Kami bakal menurunkan padamu perkataan yang berat.” (QS.Al-Muzzammil ayat 1-5)

Sampel yang lain jikalau seorang meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT sehingga di antara fadhilah yang bakal beliau peroleh ialah tambahan ilmu dari Allah SWT, solusi untuk keluar dari kesusahan hidupnya juga rezeqi dari arah yang tak diduga-duga.
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
”Dan bertakwalah pada Allah; Allah (dapat) mengajarmu.” (QS AlBaqarah ayat 282)

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Bagi sesiapa yang bertaqwa pada Allah niscaya Ia bakal memberikan baginya jalan keluar. Dan mendatangkan rezeqi dari arah yang tak ada diduga-duganya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)

Begitu juga halnya dengan memberikan infaq. Allah SWT menjanjikan fadhilah di balik kemurahan hati seorang yang sering berinfaq.
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melegakan rezeqi bagi sesiapa yg dikehendaki-Nya di antara hamba-hambaNya serta menyempitkan bagi (siapa yg dikehendakiNya). Dan barang apapun yang Anda nafkahkan, maka Allah dapat menggantinya dan Dirinya-lah Pemberi rezeqi yg sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam satu buah hadits Nabi Muhammad SAW menjabarkan keuntungan yang dapat dicapai satu orang yang sering memberi infaq pada pagi hari sekaligus kerugian yang akan didapatnya bila dirinya tak perduli untuk memberikan infaq di pagi hari.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ
يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)
Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tak ada satu shubuhpun yang dilalui semua hamba Allah kecuali turun untuk mereka 2 malaikat. Salah satu di antara malaikat-Nya berdoa : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang memberi infaq”, sedangkan yang malaikat lainnya berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan untuk orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhari 5/270)

Marilah kita pupuk semangat memberi infaq pada pagi hari supaya malaikat berdoa untuk kelapangan rezeqi yang memang teramat kita butuhkan agar dapat memperlancar ibadah, amalan shaleh, dakwah serta jihad kita di dunia. Serta jangan sampai kita biarkan ada satu pagipun yang terlewati tidak dengan memberi infaq karena itu sama saja kita mengundang kerusakan pada hidup kita sama seperti doa malaikat yang satunya di tiap-tiap pagi.

Untuk diketahui, bukan banyak atau tidaknya jumlah infaq, yang mutlak adalah kontinuitas-nya atau ke-sinambungan-nya. Lebih baik memberi infaq sedikit tetapi berkesinambungan, terus-menerus, dibandingkan memberi infaq dalam jumlah banyak, tetapi cuma sesekali dalam satu tahun ataupun seumur hidup. Orang yang konstan memberi infaq tak dapat dipengaruhi oleh keadaan. Dalam keadaan paceklikpun akan terus memberi infaq, dan pastinya di musim panen juga.
 وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
“Dan bersegeralah Anda pada ampunan dari Tuhanmu serta pada surga yang luasnya seluas langit & bumi yang disediakan untuk beberapa orang yg bertakwa,(ialah) beberapa orang yg menafkahkan (hartanya), baik di ketika lapang ataupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

Semoga bermanfaat...

Sunday, March 27, 2016

Orang-Orang yang Rajin Mendirikan Shalat Namun Malah Membuat Allah Marah, Mengapa?


BlogViralz - Muslim yang baik, pasti telah mengerti betul jika shalat adalah tiang agama ini. Sabda Nabi Muhammad saw :
“Islam didirikan di atas 5 pondasi; bersaksi bahwasanya tak ada sesuatu yang memilik hak untuk disembah secara benar selain Allah serta Nabi Muhammad yaitu merupakan utusan Allâh, mendirikan shalat….” (HR Bukhâri & Muslim).

Sebab itulah, kala muadzin memperdengarkan adzan, muslimin seharusnya beramai-ramai pergi ke rumah-rumah Allah SWT, ber-wudhu, selanjutnya berbaris lurus serta rapat  di bagian belakang imam shalat. Lalu mulailah "menenggelamkan" setiap diri di dalam berinteraksi dengan Allah SWT serta demikian khusyu’ menghayati shalat hingga imam mengucap salam. Lalu sesudah selesai, tiap individu kembali ke aktivitasnya masing-masing.

Orang-Orang yang Rajin Mendirikan Shalat Namun Malah Membuat Allah Marah


Imam Hasan Al-Bashri rahimahullâh sempat mengemukakan : “Hai, anak manusia. Shalat merupakan perihal yang mampu menghalaumu dari perbuatan kejahatan serta maksiat dan juga kemungkaran. Bila shalat tak mampu menghalaumu dari kemaksiatan serta kemungkaran, maka hakikatnya kau belumlah shalat”.

Di peluang lain, Rasulullah Muhammad saw pun bersabda :
“Bagi sesiapa yang menjaga shalatnya, shalat itu akan dijadikan cahaya baginya, petunjuk serta jalan keselamatan dan bagi sesiapa yang tak menjaga shalatnya, shalat itu tak akan jadi cahaya, serta tak pun jadi pedoman serta jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim).

Selanjutnya Rasulullah Muhammad SAW pun bersabda : “Sepuluh orang yang ibadah shalatnya Allah SWT tak akan termia, di antaranya :
  • Muslimin yang shalat sendiri saja tidak membaca sesuatu.
  • Muslimin yang shalat namun tak berzakat.
  • Muslimin yang jadi imam, namun orang yang jadi makmum membenci dirinya.
  • Muslimin yang melarikan diri.
  • Muslimin yang minum hamar serta tidak ingin segera meninggalkannya (taubat).
  • Muslimah yang suaminya beram kepadanya.
  • Muslimah yang melakukan shalat tetapi tidak menggunakan hijab.
  • Imam/pemimpin yang angkuh serta dzalim menganiaya.
  • Kumpulan orang yang menikmati riba’.
  • Orang-orang yang shalatnya tak mampu menghalaunya dari jalankan aksi keji serta munkar.”

Sabda Rasulullah SAW,
“Bagi sesiapa yang shalatnya tak mampu menghalaunya dari jalankan aksi keji serta munkar, sebenarnya shalatnya cuma akan ditambahkan kemurkaan oleh Allah Ta'ala serta dijauhkan dari Allah.”

Imam Hassan r. a berbicara :
“Kalau shalat Anda itu tak sanggup menghalaumu dari jalankan aksi keji serta munkar, maka sebenarnya Anda dikategorikan kepada orang yang tak mendirikan shalat. Serta saat hari akhir kelak shalatmu itu bakal dilemparkan balik ke wajahmu layaknya sebuah bungkusan kain tebal yang buruk.”

Astaghfirullah.. Mudah-mudahan kita, seluruhnya ummat muslim, terjauhkan dari segala amal ibadah serta aksi yang tak mendapat ridha oleh Allah SWT.. Amiin Amiin Ya Rabbal alamiin.

Saturday, March 26, 2016

Astaghfirullah, Di Dunia Maya Beredar Al Quran Palsu Produksi Amerika

BlogViralz - Perasaan tak suka golongan kafirun pada kaum muslimin makin hari makin menciptakan keresahan. Sesudah mereka tidak berhasil untuk menghancurkan kesatuan kaum muslimin, mereka mencoba memuluskan tindakan yang lain yang lebih berbahaya dan juga menimbulkan keresahan di kalangan muslimin yang awam.

Di Dunia Maya Beredar Al Quran Palsu Produksi Amerika


Satu orang Kristolog yang juga merupakan "bekas" biarawati, Irene Handono menyebut bahwa di luar sana ada Al Quran palsu yang dicetak secara khusus untuk memperangkap dan juga membuat sesat kaum muslimin. Di antara beberapa perusahaan pencetak Al-Quran palsu itu, satunya ada di Amerika Serikat.


Berdasarkan data yang diperoleh Irene, Al Quran palsu cetakan Amerika itu sampulnya bertuliskan "The True Furqan". Al Quran palsu tersebut dicetak dari perusahaan berbendera "Omega 2001 & Wine Press". Fakta ini di sampaikan Irene via akun Twitter milik pribadinya.

Selain "The True Furqan", ada pemalsuan yang lain di mana tiap-tiap surahnya di beri nama layaknya surah yang terdapat pada Al Quran. Kitab ini di beri nama "The 21st Century Quran" berisi 366 lembaran bahasa Arab serta Inggris.

Dimulai lembaran perdana, seorang muslim yang jeli bakal serta-merta menemukan kejanggalannya yaitu dalam lafadz Basmallah. Pada Quran palsu itu justru tercatat Bismil Abi, Wal Ibni Waruuhil Qudus yang mempunyai makna Demi nama Bapak, anak serta roh kudus

Pada tahun 1999, "The True Furqan" telah dimulai penyebarannya ke penduduk awam, bahkan bisa di temukan di banyak toko buku umum di Amerika.

Sekarang ini Al-Quran palsu itu bahkan dengan gampangnya diakses via internet serta dapat diunduh dengan bebas. Oleh karena itulah, waspadalah bagi muslimin yang mau menggali ilmu berupa Al Quran di wadah online, sebab kitab suci itu sekarang ini dijadikan sarana rekayasa buat mengajarkan agama Kristen.

Tuesday, March 22, 2016

Terkesan Baik, Ternyata Hal Berikut Dilarang Rasulullah Kala Berdoa


BlogViralz - Ada beberapa hal yang pada sebagian orang terlihat baik, namun kenyataannya ia tidak baik pada pandangan Allah. Termasuk ketika berdoa.

Beberapa orang beranggapan bahwa ucapan “Ya Allah... Jika Kau berkehendak” merupakan ungkapan yang baik, supaya kesannya lembut serta tak terkesan memaksa Allah dalam memohon. Ternyata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ucapan tersebut.

Beliau menyebutkan, tak ada yang mampu memaksa Allah SWT. Allah hanya melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Selain itu, ungkapan “apabila Kau berkehendak” juga memperlihatkan kurang khusu'-nya seseorang dalam berdo’a.

Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ ، وَلاَ يَقُولَنَّ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى . فَإِنَّهُ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ
“Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya dirinya bersungguh-sungguh ketika memohon serta janganlah dia mengatakan, ‘Ya Allah apabila Kau berkehendak maka berilah hamba...’ lantaran sesungguhnya tak ada yang dapat memaksa-Nya” (HR. Bukhari)

إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِى الدُّعَاءِ وَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ
“Bila salah seorang dari kalian berdoa, hendaknya dirinya serius dalam berdoa serta janganlah mengucapkan, ‘Ya Allah apabila Kau berkehendak maka berilah hamba...’’ lantaran sesungguhnya tak terdapat sesuatu yang mampu memaksa-Nya” (HR. Muslim)

لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى ، إِنْ شِئْتَ . لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ ، فَإِنَّهُ لاَ مُكْرِهَ لَهُ
“Janganlah kalian mengucapkan ‘Ya Allah ampunkanlah aku bila Kau berkehendak. Ya Allah rahmatilah saya bila Kau berkehendak’. Akan tetapi hendaknya dirinya sungguh-sungguh dalam memohon karena sesungguhnya tidak ada yang mampu memaksa-Nya” (HR. Bukhari)

Semoga bermanfaat...